31 Anak Muda Nusantara Belajar Membangun Perdamaian dan Kebebasan Beragama Lewat TAB Goes to Temanggung

 

 

 

TEMANGGUNG,PGI.OR.ID-Keberlanjutan semangat toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, dan modal sosial lainnya di masyarakat perlu terus dijaga bahkan dilanjutkan pada generasi selanjutnya. Sehingga, upaya pemajuan bangsa tidak terhalangi oleh generasi yang abai bahkan destruktif dalam periode yang dianggap sebagai bonus demografi.

 

 

 Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Eksekutif Bidang Kesaksian dan Keutuhan Ciptaan (KKC) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jimmy Sormin, saat pembukaan kegiatan Tanah Air itu Bhinneka (TAB) Angkatan III Goes to Temanggung, di GKI Temanggung, Jawa Tengah, Senin (11/12/2023).

 “Oleh karena itu, generasi yang ada sekarang perlu juga dibekali dengan berbagai perjumpaan, pengetahuan, dan keterampilan, untuk mengobservasi, menilai, serta membaca tanda zaman agar mereka terlatih untuk menjadi relevan terhadap konteks masing-masing,” Pdt. Jimmy Sormin.

 Ia menuturkan, Temanggung pernah mengalami masalah berbasis agama, hingga berujung pada upaya pengrusakan dan pembakaran sejumlah rumah ibadah pada 2011, serta kasus seputar terorisme pada tahun lainnya. Meskipun begitu, realitas masyarakat Temanggung tidaklah demikian, karena oknum dan politik tertentu yang menyebabkannya.

 

 

 Hasil riset SETARA Institute mengenai Indeks Kota Toleran 2022 menempatkan Provinsi Jawa Tengah sebagai propinsi dengan kota toleran terbanyak, di antaranya Kota Salatiga, Surakarta, Semarang, dan Magelang. Kabupaten Temanggung sendiri berbatasan dengan Kabupaten Kendal (utara), Kabupaten Magelang (selatan), Kabupaten  Semarang (timur), dan Kabupaten Wonosobo (barat).

 Dengan jumlah penduduk hampir 800.000 jiwa dan mayoritas penduduk beragama Islam, keberadaan masjid dan mushola cukup banyak di Kabupaten Temanggung (95%). Komposisi umat Kristiani di daerah ini sebesar 2,9% dari populasi penduduk, dengan 94 gedung gereja. Umat Buddha di Temanggung sebanyak 1,1% dengan 81 vihara.

 Lebih lanjut, Pdt. Jimmy menyebutkan, semangat hidup dalam keberagaman telah berhasil diinstal dalam pelaksanaan Angkatan I dan Angkatan II TAB di Padang, Sumatra Barat pada Desember 2022 dan di Indramayu, Jawa Barat pada Juni 2023 yang lalu.

 

 Dia katakan, sebanyak total 60 orang muda telah menerima manfaat dari kegiatan TAB, dan merasa puas karena telah mengalami langsung hidup berdampingan di konteks masyarakat Sumatra Barat dan Jawa Barat, selain juga mengembangkan kapasitas kepemimpinan mereka.

 “Spirit ini pula yang dibawa dalam kegiatan Angkatan III Tanah Air itu Bhinneka (TAB) – 2023 Goes to Temanggung. PGI bekerja sama dengan CKU, Gereja Kristen Indonesia (GKI), dan Mission 21  memfasilitasi 31 orang muda untuk mengembangkan kapasitas pemimpin yang toleran dan inklusif, melalui proses belajar keberagaman, membangun semangat duta damai, serta memotivasi mereka untuk berkomitmen dalam membangun perdamaian, persatuan, dan keadilan di Jawa Tengah dan Indonesia,” paparnya.

 Pada kesempatan yang sama Ketua Majelis Jemaat GKI Temanggung, Richard Budiarto, sebaga tuan rumah berharap kebersamaan ini akan melampaui batas-batas keagamaan dan etnis, sehingga terjalin ikatan yang erat di antara semua orang yang hadir.

 “Mari bersama-sama merayakan keberagaman sebagai anugerah dan membangun fondasi persaudaraan yang kokoh. Semoga setiap momen di Tanah Air itu Bhinneka ini memberikan inspirasi dan keberkahan bagi kita semua. Terima kasih atas partisipasi dan doa restu yang telah diberikan. Selamat menikmati setiap detik acara ini, semoga menjadi kenangan indah dan memberikan semangat baru untuk meneruskan perjalanan kita bersama,” ucapnya.

 

 Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Temanggung, juga menyampaikan bahwa agama akan tetap terjaga kerukunannya jika semua komunitas berkomitmen memegang teguh kebhinnekaan, sebab agama itu mengajarkan kebaikan.

 “Dua tahun lalu, Temanggung sempat dinyatakan sebagai zona merah kerukunan. Padahal kenyataanya di sini semua saling mendorong untuk menjaga kerukunan. Oleh sebab itu saya berharap para orang-orang muda yang datang dan tinggal untuk selama beberapa hari di Temanggung, dan merasakan sendiri seperti apa kerukunan yang terjalin, jangan lupa saat kembali ke daerah asal masing-masing agar bisa bercerita bahwa Temanggung itu kota yang adem, tentram, dan menerima kebhinnekaan,” pungkasnya.

 

 Pewarta: Tiara Salampessy

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses